Mengencangkan Perut Usai Melahirkan Dengan Tapel Tradisional Buatan Sendiri

Saya adalah seorang ibu dari seorang putri, pengalaman hamil dan melahirkan serasa bagai mukjizat walaupun hal itu merubah tampilan fisik, terutama perut. Pasca melahirkan biasanya perut tampak besar dan bergelambir, serta tidak jarang juga berwarna kehitaman, namun hal ini tidak perlu menjadi pengusik kebahagiaan kita. Dengan tapel tradisional yang tidak mahal pun kita bisa mengencangkan perut kita. Bahkan dengan racikan tradisional ini pemberian ASI ekslusif tetap bisa lancar dan tidak terganggu, karena racikan ini pemakaiannya hanya dengan dioleskan di perut, namun sesuai pengalaman saya, resep turun temurun dari nenek saya – ibu saya – dan kemudian saya ini manjur, setidaknya perut saya lebih cepat kencang dan lebih tidak bergelambir dibandingkan dengan teman-teman saya yang tidak memakainya, dan yang utama resep ini SANGAT  MURAH dan MUDAH.

Resep ini berupa campuran dari :

  • Kapur sirih / ditempat saya disebut injet ( bahan ini sering juga di pakai oleh nenek-nenek yang makan sirih )
  • Air jeruk nipis
  • Minyak kayu putih

Siapkan saja bahan-bahan ini di rumah, dan campur setiap kali hendak memakai, karena pencampurannya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Lagi pula racikan ini memang lebih baik pencampurannya selalu baru. Pemakaiannya cukup dioleskan pada perut secara merata, kemudian balut dengan korset/ stagen/ kendhit/ gurita besar, usahakan balutannya kencang tapi tidak mengganggu pernafasan. Lakukan rutin setelah mandi. Untuk yang kulit perutnya pasca melahirkan agak kehitaman, racikan ini akan mengelupaskan kulit mati tersebut, memang akan terasa sedikit gatal, namun kulit perut akan menjadi kembali seperti semula, lebih cepat. Tapel ini cocok digunakan oleh ibu-ibu usai melahirkan karena akan menimbulkan rasa hangat dan nyaman.

Jadi …. Siapa bilang perut kencang usai melahirkan itu mahal….????  Dengan warisan leluhur yang tradisional, murah dan mudah pun kita bisa mendapatkan perut kencang usai melahirkan, lagi pula lebih aman, karena tidak mengandung bahan kimia.

Add a comment April 9, 2011

Oseng daun Pepaya teri (tidak pahit)

Ini ada resep tradisional, yang sederhana banget, g neko2, dan irit….

Oseng Daun Pepaya Teri

Bahan :

  • Daun Pepaya ( Rebus dengan Lempung dan garam biar tidak pahit dan warnanya tetap hijau, cuci setelah direbus. Lempung yang lebih baik lempung alami, kalau yang sudah jadi ampu, khasiatnya buat ngilangin pahit agak berkurang ) potong2
  • Daun salam
  • Lengkuas
  • Ikan Teri ( Bisa diganti dengan udang, tapi judulnya nanti ganti ‘Oseng Daun Pepaya Udang’ )
  • Gula merah / gula jawa
  • Bawang merah 6 siung iris tipis
  • Bawang Putih 3 siung iris tipis
  • Cabe ( sesuai selera ) iris tipis seron
  • Garam
  • Penyedap

Cara Memasak :

  1. Tumis bawang merah hingga layu, masukkan bawang putih, cabe, daun salam, lengkuas, teri tumis sampai aroma nya tercium
  2. Beri sedikit air, masukan gula merah, garam, penyedap ( air berguna agar rasa dari bumbu2 meresap kedalam daun pepaya), didihkan hingga gula larut
  3. masukkan daun daun pepaya rebus, aduk2 sampai air habis.

Add a comment April 5, 2011

Tips Agar Nasi Dalam Magic Com Tidak Cepat Basi

Makan nasi yang baru, hangat… pasti enak…. karena itu hasil tehknologi yang bernama magic jar/magic com yang berfungsi sebagai alat menyimpan nasi agar tetap hanggat bahkan sekalian buat masak nasi sekaligus langsung buat menyimpan nasi agar tetap hanggat, laris manis di pasaran. Berbagai produsen berlomba-lomba untuk mempersembahkan produk yang berkualitas, dengan berbagai merek, berbagai keunggulan.

Tapi terkadang nasi yang kita simpan di dalam magic com/ magic jar tersebut apabila terlalu lama, bisa berubah warna agak kekuningan atau bahkan berbau, untuk menhindarinya/ agar nasi lebih awet, ini dia tips nya :

Campurkan perasan satu sendok makan air jeruk nipis pada air yang akan digunakan untuk menanak nasi, kemudian tanak nasi sebagaimana biasanya, niscaya nasi akan lebih awet. Rasa asam pada jeruk nipis tidak akan terasa pada saat nasi masak.

SELAMAT MENCOBA……!!!!!!

Add a comment March 27, 2011

Resep Pepes Bandeng Presto

Dulu, ibu ku sering bikin pepes ikan, tapi karena keluargaku kurang suka aroma amis dari ikan segar yang langsung dipepes, jadi ikan yang sering dipakai adalah pindang peda ( ikan peda yang sudah dikukus terlebih dahulu ) dan bandeng presto. Asal tau saja rasanya wihhhhh….. enak banget, bikin stok nasi cepet habis biarpun nggak ada lauk lainya. Yang bikin istimewa, pepes buatan ibu bisa bertahan sampe 2 hari biarpun nggak pake diangetin. Kalau kadang pepes yang ada di pasar sering kali memakai kelapa muda sepeti makanan botok sebagai pengganjal biar pepesnya tampak besar, ibu nggak, jadi mungkin tu yang bikin pepesnya tahan lama, karena kandungan air nya nggak banyak seperti kalu memakai kelapa muda parut.

Kalau pepes ikan biasanya bikin kita repot waktu makan, karena mesti menyingkirkan durinya, pepes ikan bandeng presto bikin kita enjoy buat menikmati suap demi suapnya. Nah… buat temen-temen yang mau coba, ini aku bagi resepnya. Agak sedikit repot memang, tapi dijamin puas kalo udah jadi….

Pepes Bandeng Presto

Bahan :

  • Bandeng presto yang belum digoreng
  • Daun Pisang batu/kepok (soalnya kalau jenis daun pisang yang lain kadang akan terlalu kaku dan nggak cocok buat bungkus makanan yang mesti ikut direbus juga, karena jenis daun pisang lain ada yang dapat menimbulkan rasa pahit dan kurang nikmat pada makanan yang dibungkus )
  • Lidi yang tajem ( kalau pake straples takut masuk dalam makanan waktu membukanya….yah… lihat dari segi keamanan, lagian biar lebih tradisional. Tapi kalau yang kesulitan cari lidi pake straples nggak apalah, asal hati-hati….)
  • Daun kemangi yang sudah disiangi ( buat yang nggak suka bisa diganti dengan daun singkong rebus yang diiris halus )
  • Tomat dibagi 4 bagian lalu dipotong-potong sedang ( gunakan secukupnya )
  • Daun Salam ( kalau bisa yang masih segar/ hijau )
  • Gula Jawa/ Gula merah
  • Garam
  • Penyedap

Bumbu yang dihaluskan ( tanpa tambahan air, jadi akan jauh lebih baik kalau dihaluskan dengan cara tradisional ) :

  • Bawang merah
  • Bawang Putih
  • Kunyit
  • Jahe
  • Laos/ Lengkuas muda
  • Cabe keriting
  • Cabe rawit merah (  sesuai selera kalau suka pedas )
  • Batang serai muda
  • Daun jeruk purut
  • Kemiri ( mendominasi/agak banyak sampai bumbu halus kental dan bumbu berwarna agak keputihan )

Cara Membuat :

  1. Campur bumbu halus + garam + gula jawa yang sudah disisir + penyedap + tomat, aduk rata
  2. Masukan daun kemangi yang sudah disiangi / daun singkong rebus yang diiris halus, aduk rata. ( sampai di sini bisa di cicipi dulu apakah rasanya sudah pas atau kurang )
  3. Siapkan daun pisang pembungkus, susun selembar daun salam kemudian beri adonan bumbu, lalu bandeng presto, kemudian tutupi bandeng presto dengan lapisan adonan bumbu lagi, bungkus, kemudian kukus dalam dandang yang sudah dipanaskan selama kurang lebih 1/2 jam sampai 1 jam
  4. setelah dingin, bakar pepes beserta pembungkusnya d atas api yang d alasi wajan hingga daun agak terbakar/ pepes tidak berbunyi ( menandakan bahwa kandungan air tinggal sedikit, atau bisa juga di panggang dalam oven. ( tapi biasanya pembakaran akan lebih baik dari pada menggunakan oven, karena kita bisa melakukannya sambil menekan-nekan pepes dan membolak-baliknya sehingga bisa lebih cepat tanak, sedangkan jika menggunakan oven biasanya akan lebih lama, tapi tidak perlu membolak balik. Hasil masakan dengan menggunakan pembakaran akan menghasilkan aroma khas yang lebih terasa dibandingkan dengan menggunakan oven.)

SELAMAT MENCOBA……..!!!!!!

SEMOGA SUKSES……….!!!!!

SEMOGA KALIAN MENYUKAINYA……..!!!!!!

Add a comment March 27, 2011

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

February 2017
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728  

Most Recent Posts